Perjalanan Pulang Naik Kereta

February 15, 2009

Biasanya setiap akhir minggu setelah bekerja di hari Jumat, saya akan pulang kerumah orang tua di daerah Serpong. Saya bekerja di sebuah pabrik di daerah Cakung, di ujung Jakarta Timur.

Tepat jam 16.30, saya sudah bersiap di depan mesin absen. Saya berencana pulang naik kereta dari stasiun Manggarai, sehingga saya harus pulang secepat mungkin karena sudah harus tiba di stasiun Manggarai sebelum pukul 18.00. Setelah naik angkot, akhirnya tiba di terminal Pulogadung. Untung buswaynya sudah tersedia dan tidak ada antrian. Saya langsung masuk bis, dan tidak berapa lama bis pun berangkat, itu sekitar pukul 17.15. Dalam waktu sekitar 30 menit, akhirnya buway sampai di halte Pasarraya. Saya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk berjalan kaki dari halte ke stasiun Manggarai. Sebenarnya ada bis juga, namun untuk menunggu bus ngetem akhirnya waktu yang diperlukan juga menjadi panjang. Akhirnya jam 18.00 kurang saya sudah berada di stasiun Manggarai. Ternyata keretanya agak terlambat, sekitar jam 18.15 baru berangkat. Keretanya adalah Sudirman Expres, dengan tarif Rp 8000. Alhamdulillah dalam tempo sekitar 1 jam, kereta sudah sampai di stasiun Serpong. Tinggal mencari angkot yang kearah Prumpung. Untung begitu saya keluar dari stasiun, ada angkot yang sudah mau berangkat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu. Sekitar 20 menit perjalanan naik angkot akhirnya sampai di pos dekat masjid, saya pun turun dan membayar Rp. 3000 ke sopirnya. Dengan berjalan 5 menit, akhirnya sampailah saya di tujuan terakhir, yaitu rumah…hehehehe. Alhamdulillah.

Itulah rute perjalanan saya kemarin hari Jumat tanggal 13 November 2009, sebenarnya ada beberapa alternatif cuman yang paling efisien dalam waktu dan uang adalah yang kereta, cuman memang ada resikonya klo keretanya tidak jalan. Minggu lalu, saya pulang naik bis patas Mayasari, butuh waktu sekitar 5 jam. Kemarin di total hanya sekitar 3,5 jam dan kenyamanan yang didapat pun jauh lebih enak naik kereta expres . Klo saya beruntung, ada satu lagi alternatif untuk pulang yaitu dengan numpang rekan kantor, yaitu Pak Indra yang tinggal di kawasan BSD. Saya cukup membayar ojek Rp 10.000, sudah sampa ke rumah dan membutuhkan waktu tidak sampai 2 jam. Itulah sekelumit romantika saya bekerja jauh dari rumah.

Advertisements

Teori Simbiosis Mutualisme untuk Angkutan

January 1, 2009

Selepas merayakan tahun baru 2009 di Bandung, saya bersama adikku Yuti pulang ke rumah ortu di Serpong. Diantar oleh teman yang menginap di rumah nenekku semalam, kami sampai di kantor Baraya, Siliwangi sekitar pukul 7.30. Padahal kami berencana berangkat naik mobil yang jam 08..00. Untung saya masih membawa laptop yang masih ada sisa batereinya. Tinggal meminjam modem adikku, dapat deh jaringan HSDPA dengan sinyal full. Tidak terasa waktu menunggu setengah jam menjadi amat pendek.  Saya dan adikku duduk di kursi nomor 7 dan 8, karena saya masuk duluan saya dapat memilih kursi dekat jendela, kan lumayan bisa melihat pemandangan di luar yang indah di pagi hari.

Sampai bagian ini, mungkin belum jelas kenapa judulnya seperti diatas. Tapi selanjutnya bakal lebih jelas. Ini semua merupakan hasil pengamatan saya aja di perjalanan dari Bandung.

Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara dua hewan yang saling menguntungkan, mungkin di istilah manusia biasa disebut dengan win-win solution. Nah tadi pagi waktu naik travel ini, saya kepikir waktu melihat banyak travel sejenis pergi mengarah Jakarta semua dari Bandung. Dari satu perusahaan travel saja mungkin ada lebih dari lima mobil yang akan bertemu dipintu tol Pasteur dalam waktu yang sama kearah Jakarta, walaupun di Jakartanya akan berpencar-pencar menuju tujuan yang berbeda. Tapi setidaknya ada jarak yang cukup jauh puluhan bahkan sampai ratusan kilometer mobil-mobil travel ini akan  berjalan melalui jalan yang sama di sepanjang jalan tol.

Nah disini saya jadi teringat pelajaran biologi klo gak di  SMP atau SMA, tepatnya saya lupa. Yaitu tentang simbiosis mutualisme, yang contohnya adalah kawanan burung yang akan migrasi mengikuti arah musim panas. Kelompok burung ini akan membentuk formasi terbang seperti huruf Vsnow-geese, sehingga burung-burung dibelakangnya akan terbantu karena angin dari depan telah dihalau oleh kepakan sayap burung didepannya.

Apabila mobil-mobil travel bisa berjalan beruntun seperti semut dalam jarak yang tidak terlalu jauh, menurut saya harusnya itu bisa menurunkan tekanan udara dari depan untuk mobil dibelakangnya sehingga akhirnya bisa menghemat bahan bakar mobil-mobil di belakang yang mengakibatkan adanya efisiensi bahan bakar.

Yahh mudah2an aja teori saya benar, harusnya bisa dihitung tuh, cuman sayang background pendidikan saya bukan dari engineering. Klo logikanya kan bentuk mobil-mobil travel kebanyakan tidak aerodinamis tuh, masih menghadang angin. Bisa dihemat donk bahan bakarnya dengan cara ini. Amin. 🙂

2009 here I come

December 29, 2008

Saya akan menghabiskan liburan tahun baru kali ini di Bandung, kota kelahiran saya. Selain adanya liburan akhir tahun, buat saya tahun baru bukanlah suatu hal yang istimewa, itu hanyalah perubahan tanggal saja yang kebetulan juga merupakan perubahan tahun yang terjadi hanya sekali dalam setahun. Tetapi setidaknya untuk suatu perencanaan dalam hidup, kita bisa menjadikan perubahan tahun sebagai titik untuk mengevaluasi diri dan menetapkan target satu tahun kedepan.

Di tahun 2008, banyak kejadian yang telah saya alami, baik positif maupun negatif yang akan menambah pengalaman hidup saya. Apabila kita bisa berpikir positif, maka baik pengalaman negatif maupun positif bisa menjadikan kita lebih bijaksana. Kegagalan dalam menyelesaikan project di kantor, gagal dalam menjalin hubungan mungkin adalah sedikit kegagalan yang masih saya ingat pada detik ini. Namun ternyata dengan kegagalan-kegagalan saya itu menambah semangat saya untuk terus berusaha dan berdoa mencapai hasil yang lebih baik di masa yang akan datang. Kata kuncinya adalah optimis, dan yakin bahwa dengan semangat dan usaha keras pasti dimudahkan oleh Allah SWT, hal ini bisa saya rasakan dan selalu saya syukuri.

Menyambut tahun 2009 ini, saya optimis saya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi baik secara dunia maupun spiritual dengan terus belajar dan berusaha. Ada beberapa resolusi yang udah saya siapkan untuk tahun 2009, tetapi tidak akan saya ungkap disini. Mudah2an aja semuanya bisa tercapai, dan klo diberi umur panjang sampai di akhir tahun 2009, saya akan menyiapkan target pencapaian yang lebih tinggi untuk tahun 2010.

Ada orang-orang yang tidak percaya adanya keajaiban di dunia ini, tetapi klo saya boleh berpendapat dunia ini adalah merupakan suatu keajaiban, mari sambut tahun 2009 dengan optimis.

Hello world!

December 29, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!