Archive for January, 2009

Teori Simbiosis Mutualisme untuk Angkutan

January 1, 2009

Selepas merayakan tahun baru 2009 di Bandung, saya bersama adikku Yuti pulang ke rumah ortu di Serpong. Diantar oleh teman yang menginap di rumah nenekku semalam, kami sampai di kantor Baraya, Siliwangi sekitar pukul 7.30. Padahal kami berencana berangkat naik mobil yang jam 08..00. Untung saya masih membawa laptop yang masih ada sisa batereinya. Tinggal meminjam modem adikku, dapat deh jaringan HSDPA dengan sinyal full. Tidak terasa waktu menunggu setengah jam menjadi amat pendek.  Saya dan adikku duduk di kursi nomor 7 dan 8, karena saya masuk duluan saya dapat memilih kursi dekat jendela, kan lumayan bisa melihat pemandangan di luar yang indah di pagi hari.

Sampai bagian ini, mungkin belum jelas kenapa judulnya seperti diatas. Tapi selanjutnya bakal lebih jelas. Ini semua merupakan hasil pengamatan saya aja di perjalanan dari Bandung.

Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara dua hewan yang saling menguntungkan, mungkin di istilah manusia biasa disebut dengan win-win solution. Nah tadi pagi waktu naik travel ini, saya kepikir waktu melihat banyak travel sejenis pergi mengarah Jakarta semua dari Bandung. Dari satu perusahaan travel saja mungkin ada lebih dari lima mobil yang akan bertemu dipintu tol Pasteur dalam waktu yang sama kearah Jakarta, walaupun di Jakartanya akan berpencar-pencar menuju tujuan yang berbeda. Tapi setidaknya ada jarak yang cukup jauh puluhan bahkan sampai ratusan kilometer mobil-mobil travel ini akan  berjalan melalui jalan yang sama di sepanjang jalan tol.

Nah disini saya jadi teringat pelajaran biologi klo gak di  SMP atau SMA, tepatnya saya lupa. Yaitu tentang simbiosis mutualisme, yang contohnya adalah kawanan burung yang akan migrasi mengikuti arah musim panas. Kelompok burung ini akan membentuk formasi terbang seperti huruf Vsnow-geese, sehingga burung-burung dibelakangnya akan terbantu karena angin dari depan telah dihalau oleh kepakan sayap burung didepannya.

Apabila mobil-mobil travel bisa berjalan beruntun seperti semut dalam jarak yang tidak terlalu jauh, menurut saya harusnya itu bisa menurunkan tekanan udara dari depan untuk mobil dibelakangnya sehingga akhirnya bisa menghemat bahan bakar mobil-mobil di belakang yang mengakibatkan adanya efisiensi bahan bakar.

Yahh mudah2an aja teori saya benar, harusnya bisa dihitung tuh, cuman sayang background pendidikan saya bukan dari engineering. Klo logikanya kan bentuk mobil-mobil travel kebanyakan tidak aerodinamis tuh, masih menghadang angin. Bisa dihemat donk bahan bakarnya dengan cara ini. Amin. 🙂